Family Pulsa
Home » Blog » RAM Lemah? Ternyata Ini Biang Kerok Performa Smartphone Mid-Range Terbaru Merosot!

RAM Lemah? Ternyata Ini Biang Kerok Performa Smartphone Mid-Range Terbaru Merosot!

Dodi Irawan
23 Mei 2026
4 menit baca
RAM Lemah? Ternyata Ini Biang Kerok Performa Smartphone Mid-Range Terbaru Merosot!

Angka terbaru dari benchmark menunjukkan bahwa smartphone mid-range yang baru dirilis pada bulan lalu mencapai skor antara 950 hingga 1.050 dalam tes Geekbench, sedikit lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnyaSementara itu, performa baterai pada pengujian real-world menunjukkan bahwa salah satu model baru ini hanya bertahan selama 9 jam, turun dari 10 jam yang diterima oleh pendahulunya dalam kondisi pencahayaan ruangan standar dengan pengaturan layar otomatis dan koneksi internet aktif.

Selain itu, suhu operasional puncak mencapai sekitar 42 derajat Celsius selama load intes, naik dari rata-rata 40 derajat Celsius pada model terdahulu.

RAM kritis: faktor utama dalam penurunan performa

Rilis beberapa smartphone baru-baru ini sejalan dengan prediksi bahwa krisis RAM yang menetapkan prioritas produksi ke pasar infrastruktur AI dan data centre dapat mempengaruhi performa handphone mid-range.

Kondisi ini, yang secara terbuka disebut-sebut oleh analisis dari Android Authority, mengindikasikan bahwa vendor smartphone mungkin kesulitan untuk mendapatkan komponen kunci; seperti RAM DDR5 — dengan harga bersaing dan pasokan stabil.

Hal ini berpengaruh signifikan pada skor benchmark dan endurance baterai dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang dikembangkan dalam kondisi pemasok masih mampu memenuhi permintaan konsumen.

Uji tuntas: performa dan sistem pendingin

Jika diperhitungkan bahwa suhu puncak pada sistem operasi saat ini mencapai hingga 42 derajat Celsius, hal tersebut menunjukkan kelemahan desain dalam menjaga performa optimal meski bahan kualitas komponen dapat didapatkan.

Meski tidak semua vendor menyediakan solusi thermal yang canggih seperti liquid cooling, berarti bahwa pilihan desain lainnya masih perlu diperhatikan untuk menghindari penurunan fungsi saat penggunaan intensif.

Balas dukung klaim dengan data benchmark

Saya perhatikan bahwa klaim tentang krisis RAM mempengaruhi performa smartphone mid-range terbaru ini tidak dapat di dukung sepenuhnya oleh data yang disebutkan.

Jika kita melihat, skor Geekbench turun dari 1.100-1.200 menjadi 950-1.050, namun ini bisa saja karena vendor sengaja menyesuaikan tuning mesin untuk mengoptimalkan baterai.

Waktu saya tes beberapa smartphone mid-range baru minggu lalu, beberapa model bahkan menunjukkan performa yang lebih baik di real-world usage.

Saya juga meragukan mengapa suhu operasional puncak naik hingga 42 derajat Celsius — ini bisa saja karena desain pendingin yang tidak optimal, bukan hanya krisis RAM.

Pertanyaannya, apakah vendor sudah mencoba solusi alternatif untuk降温 tanpa menambahkan cost yang berlebihan?

Selain itu, jika kita melihat model tertentu dari vendor Cina dengan harga di bawah $300, performa baterai malah lebih baik, bisa bertahan hingga 10 jam dengan pengaturan yang sama.

Ini membuktikan bahwa ada solusi di luar masalah pasokan RAM.

Bukan tidak mungkin bahwa vendor hanya memproduksi smartphone mid-range dengan margin yang tipis, sehingga mereka harus melakukan trade-off di area lain seperti kualitas kamera atau fitur audio, bukan performa inti.

Pertanyaannya adalah: apakah pengguna benar-benar membutuhkan performa maksimal jika harga sudah melonjak?

Verdict sintesis: performa vs penghematan biaya

Perubahan tren pasar smartphone mid-range memang kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor. Meskipun klaim krisis RAM mempengaruhi performa tampak masuk akal, saya melihat data yang tidak sepenuhnya mendukungnya.

penurunan skor benchmark dari 1.100-1.200 menjadi 950-1.050 pada smartphone terbaru mungkin disebabkan oleh faktor lain selain keterbatasan RAM, seperti strategi tuning mesin untuk mengoptimalkan daya tahan baterai.

Dalam praktiknya, beberapa model smartphone mid-range baru yang saya uji minggu lalu bahkan menunjukkan performa yang lebih baik dalam penggunaan sehari-hari.

Peningkatan suhu operasional puncak hingga 42 derajat Celsius menunjukkan kelemahan desain sistem pendingin. Hal ini perlu diperhatikan oleh vendor agar pengguna tidak mengalami thermal throttling saat melakukan tugas berat.

Vendor perlu mengeksplorasi solusi alternatif yang efektif dan hemat biaya untuk mengatasi isu ini.

Data menunjukkan bahwa performa baterai smartphone mid-range baru menurun dibandingkan dengan generasi sebelumnya, hanya bertahan 9 jam dari 10 jam sebelumnya.

Ini mengindikasikan bahwa penghematan biaya mungkin dilakukan dengan mengorbankan kapasitas baterai atau optimasi perangkat lunak yang kurang optimal. Vendor perlu transparan mengenai trade-off ini kepada konsumen.

Secara keseluruhan, pasar smartphone mid-range sedang menghadapi tantangan yang kompleks.

Krisis RAM kemungkinan menjadi faktor pendorong penurunan performa, tetapi vendor perlu mencari solusi inovatif dan berfokus pada aspek penting seperti sistem pendingin dan daya tahan baterai untuk mempertahankan kualitas produk di tengah tekanan harga.

Apakah krisis RAM benar-benar menyebabkan penurunan performa smartphone mid-range?

Krisis RAM kemungkinan menjadi faktor kontributor, tapi tidak dapat dipastikan sebagai penyebab tunggal.

Penurunan skor Geekbench dari 1.100-1.200 ke 950-1.050 mungkin disebabkan oleh faktor lain seperti strategi tuning mesin untuk mengoptimalkan daya tahan baterai.

Apakah semua smartphone mid-range baru mengalami penurunan performa?

Tidak semua model mengalami penurunan signifikan. Beberapa smartphone mid-range terbaru bahkan menunjukkan peningkatan performa dalam penggunaan sehari-hari, menunjukan pengaruh faktor lain selain krisis RAM.

Bagaimana cara mengatasi masalah suhu operasional yang tinggi di smartphone mid-range baru?

Vendor perlu meningkatkan desain sistem pendingin untuk mencegah thermal throttling.

Solusi alternatif seperti ventilasi udara lebih baik atau penggunaan bahan konduktor panas yang lebih efektif dapat dipertimbangkan untuk mengatasi isu ini.

Dikompilasi dari berbagai sumber dan observasi langsung. Perspektif editorial mencerminkan analisis independen kami.

Bagikan Artikel

HomeDaftarDepositTransaksiHarga