9 dari 10 Orang Terkaya di Dunia September 2026 Guncang Pasar: Semuanya dari Teknologi?

- Marina Budiman, Wanita Terkaya di Indonesia: dari Bankir ke Industri Teknologi
- 10 Besar Orang Terkaya di Indonesia, Dua Pengusaha Data Center Masuk
1. Elon Musk – US$ 891,9 miliar atau Rp 16.054,2 triliun
Elon Musk, 55 tahun, berada di posisi pertama dalam daftar orang terkaya di dunia dengan kekayaan mencapai US$ 891,9 miliar atau sekitar Rp 16.054,2 triliun per Selasa
Sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikannya di SpaceX dan Tesla.
SpaceX menjadi bagian penting dalam portofolionya setelah perusahaan tersebut melantai di bursa.
Musk memiliki sekitar 38% SpaceX, termasuk opsi. Ia juga memiliki hampir 11% saham Tesla, tidak termasuk saham terbatas yang belum menjadi haknya dari penghargaan kinerja sebagai CEO pada 2018.
Jika seluruh saham tersebut diperoleh, kepemilikannya dapat bertambah sekitar 8% sebelum pajak.
Musk merupakan salah satu pendiri tujuh perusahaan, termasuk Tesla, SpaceX, dan perusahaan kecerdasan buatan xAI.
SpaceX yang didirikan pada 2002 juga mengakuisisi xAI pada Februari dalam kesepakatan yang membuat nilai gabungan kedua perusahaan mencapai US$ 1,25 triliun atau sekitar Rp 22.500 triliun.
Baca juga
Cara Membuat Kaya dengan InvestasiSelain itu, Musk memiliki saham di perusahaan rintisan terowongan The Boring Company dan perusahaan teknologi implan otak Neuralink.
2. Larry Page – US$ 277,2 miliar atau Rp 4.989,6 triliun
Larry Page menempati posisi kedua dengan kekayaan US$ 277,2 miliar atau sekitar Rp 4.989,6 triliun.
Page merupakan salah satu pendiri Google bersama Sergey Brin. Keduanya mendirikan Google pada 1998 ketika masih menjadi mahasiswa doktoral di Stanford.
Bersama Brin, Page menciptakan algoritma PageRank yang kemudian menjadi bagian penting dalam sistem mesin pencari Google.
Page pernah menjabat sebagai CEO Google hingga 2001 sebelum posisi tersebut diambil alih Eric Schmidt.
Ia kembali menjadi CEO pada 2011 hingga 2015 dan kemudian memimpin perusahaan induk Google, Alphabet.
Page mengundurkan diri dari posisi CEO Alphabet pada 2019. Meski demikian, ia masih menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.
3. Jeff Bezos – US$ 267,6 miliar atau Rp 4.816,8 triliun
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berada di posisi ketiga dengan kekayaan US$ 267,6 miliar atau sekitar Rp 4.816,8 triliun.
Bezos mendirikan Amazon pada 1994 dari garasi rumahnya di Seattle.
Perusahaan yang awalnya berkembang sebagai bisnis e-commerce tersebut kemudian tumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia.
Pada 2021, Bezos mengundurkan diri dari posisi CEO Amazon dan menjadi executive chairman. Ia masih memiliki sekitar 8% saham perusahaan.
Bezos dan mantan istrinya, MacKenzie, bercerai pada 2019 setelah 25 tahun menikah.
Dalam proses perceraian tersebut, Bezos mengalihkan seperempat dari kepemilikan Amazon yang saat itu mencapai 16% kepada MacKenzie.
Di luar Amazon, Bezos memiliki The Washington Post dan Blue Origin, perusahaan kedirgantaraan yang mengembangkan roket. Ia juga melakukan penerbangan ke luar angkasa pada 2021 menggunakan salah satu roket tersebut.
Pada 2020, Bezos berkomitmen memberikan US$ 10 miliar atau sekitar Rp 180 triliun hingga 2030 melalui Bezos Earth Fund untuk mendukung berbagai upaya terkait iklim. Hingga kini, US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun telah diberikan.
4. Sergey Brin – US$ 255,8 miliar atau Rp 4.604,4 triliun
Sergey Brin berada di urutan keempat dengan kekayaan mencapai US$ 255,8 miliar atau sekitar Rp 4.604,4 triliun.
Brin mendirikan Google bersama Larry Page pada 1998 setelah keduanya bertemu di Stanford University ketika menempuh pendidikan lanjutan di bidang ilmu komputer.
Google kemudian melantai di bursa pada 2004. Pada 2015, perusahaan tersebut mulai menggunakan struktur Alphabet sebagai perusahaan induknya.
Seperti Page, Brin mengundurkan diri dari posisi presiden Alphabet pada 2019. Ia tetap menjadi anggota dewan dan pemegang saham pengendali.
Brin juga dikenal melalui aktivitas filantropinya. Ia telah menyumbangkan lebih dari US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun untuk penelitian parkinson.
Fokus kegiatan amalnya mencakup penyakit sistem saraf pusat dan perubahan iklim.
5. Michael Dell – US$ 240,6 miliar atau Rp 4.330,8 triliun
Michael Dell menempati peringkat kelima dengan kekayaan US$ 240,6 miliar atau sekitar Rp 4.330,8 triliun.
Dell merupakan chairman sekaligus CEO Dell Technologies.
Perusahaan tersebut terbentuk pada 2016 melalui merger senilai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 1.080 triliun antara Dell dan perusahaan penyimpanan komputer EMC.
Sebelumnya, Dell dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake Partners membawa perusahaan tersebut menjadi perusahaan privat pada 2013.
Dell Technologies kemudian kembali ke pasar saham pada 2018 melalui restrukturisasi keuangan yang kompleks.
Sebagian besar kekayaan Dell juga berada dalam perusahaan investasi privat DFO Management.
Perusahaan tersebut memiliki investasi di sektor perhotelan dan kredit korporasi likuid.
Pada 2025, Michael Dell dan istrinya berkomitmen menyediakan US$ 6,25 miliar atau sekitar Rp 112,5 triliun untuk mengisi rekening investasi bagi 25 juta anak di Amerika Serikat, masing-masing sebesar US$ 250 atau sekitar Rp 4,5 juta.
6. Mark Zuckerberg – US$ 196,6 miliar atau Rp 3.538,8 triliun
Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, berada di peringkat keenam dengan kekayaan US$ 196,6 miliar atau sekitar Rp 3.538,8 triliun per Selasa
Zuckerberg memulai Facebook pada 2004 ketika berusia 19 tahun.
Platform tersebut awalnya dibuat untuk mahasiswa agar dapat mencocokkan nama dengan foto teman sekelas.
Facebook kemudian melantai di bursa pada 2012. Zuckerberg kini memiliki sekitar 13 persen saham perusahaan.
Pada 2021, Facebook mengubah nama perusahaan menjadi Meta. Perubahan tersebut dilakukan untuk menggeser fokus perusahaan ke pengembangan metaverse.
Dalam bidang filantropi, Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan, pada 2015 berkomitmen untuk memberikan 99% kepemilikan saham Meta mereka sepanjang hidup.
7. Larry Ellison – US$ 192,5 miliar atau Rp 3.465 triliun
Larry Ellison berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$ 192,5 miliar atau sekitar Rp 3.465 triliun.
Ellison merupakan salah satu pendiri Oracle dan kini menjabat sebagai chairman serta chief technology officer perusahaan tersebut.
Ia memiliki sekitar 40% saham Oracle. Setelah 37 tahun memimpin Oracle sebagai CEO, Ellison melepaskan jabatan tersebut pada 2014.
Pada September 2025, kekayaan Ellison sempat menembus US$ 400 miliar atau sekitar Rp 7.200 triliun dan menjadikannya orang kedua yang mencapai angka tersebut.
Lonjakan itu terjadi seiring kenaikan saham Oracle yang didorong perkembangan kecerdasan buatan.
Ellison juga memiliki hampir 50% perusahaan media Paramount Skydance.
Perusahaan tersebut terbentuk setelah merger Paramount dan Skydance yang memiliki nilai enterprise value hampir US$ 28 miliar atau sekitar Rp 504 triliun pada Agustus 2025.
Selain itu, Ellison pernah menjadi anggota dewan Tesla pada 2018 hingga 2022.
Ia juga membeli hampir seluruh wilayah Pulau Lanai di Hawaii pada 2012 dengan nilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 5,4 triliun.
8. Jensen Huang – US$ 190,6 miliar atau Rp 3.430,8 triliun
Jensen Huang, CEO dan presiden NVIDIA, menempati peringkat kedelapan dengan kekayaan US$ 190,6 miliar atau sekitar Rp 3.430,8 triliun.
Huang mendirikan NVIDIA pada 1993 dan sejak saat itu menjabat sebagai CEO sekaligus presiden perusahaan pembuat chip grafis tersebut.
Ia memiliki sekitar 3% saham NVIDIA. Perusahaan tersebut melantai di bursa pada 1999.
NVIDIA awalnya dikenal melalui pengembangan GPU yang dominan di industri gim komputer.
Namun, teknologi tersebut kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan kecerdasan buatan.
Di bawah kepemimpinan Huang, nilai pasar NVIDIA bahkan melampaui US$ 4 triliun atau sekitar Rp 72.000 triliun pada 2025. Huang juga aktif dalam bidang pendidikan.
Ia memberikan US$ 30 juta atau sekitar Rp 540 miliar kepada Stanford untuk membangun pusat teknik dan US$ 50 juta atau sekitar Rp 900 miliar kepada Oregon State University pada 2022 untuk pusat penelitian yang menggunakan namanya.
9. Steve Ballmer – US$ 155,3 miliar atau Rp 2.795,4 triliun
Mantan CEO Microsoft Steve Ballmer berada di peringkat kesembilan dengan kekayaan US$ 155,3 miliar atau sekitar Rp 2.795,4 triliun.
Ballmer bergabung dengan Microsoft pada 1980 sebagai karyawan ke-30. Ia kemudian memimpin perusahaan tersebut sebagai CEO pada 2000 hingga 2014.
Saat masih menjadi mahasiswa, Ballmer bertemu dengan salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, ketika keduanya menempuh pendidikan sarjana di Harvard.
Selama menjadi CEO, Ballmer memimpin Microsoft setelah periode jatuhnya gelembung dot-com dan ketika perusahaan berusaha mengejar Google dalam mesin pencari serta Apple dalam industri ponsel.
Pada 2014, tahun ketika pensiun dari Microsoft, Ballmer membeli klub NBA Los Angeles Clippers dengan harga US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.
Forbes kini menilai klub tersebut senilai US$ 7,5 miliar atau sekitar Rp 135 triliun.
Ia juga mengeluarkan US$ 2 miliar atau sekitar Rp 36 triliun untuk membangun stadion.
Ballmer memiliki sekitar 4% saham Microsoft ketika pensiun dan mempertahankan sebagian besar kepemilikannya.
Ia juga menyatakan dirinya sebagai pemegang saham individu terbesar Microsoft.
Sejak 2014, aktivitas filantropi Ballmer meningkat. Hingga kini, keluarga Ballmer telah memberikan lebih dari US$ 6,5 miliar atau sekitar Rp 117 triliun.
10. Amancio Ortega – US$ 148,2 miliar atau Rp 2.667,6 triliun
Amancio Ortega menjadi satu-satunya nama dari industri fesyen yang masuk dalam 10 besar orang terkaya di dunia.
Kekayaannya mencapai US$ 148,2 miliar atau sekitar Rp 2.667,6 triliun.
Ortega merupakan salah satu pendiri Inditex, perusahaan yang menaungi jaringan fesyen Zara.
Ia mendirikan perusahaan tersebut bersama mantan istrinya, Rosalia Mera, pada 1975.
Sebagai salah satu pelopor fast fashion, Ortega kini memiliki sekitar 60% saham Inditex yang tercatat di bursa Madrid.
Inditex menaungi tujuh merek, termasuk Zara, Massimo Dutti, dan Pull & Bear, dengan sekitar 5.000 toko di berbagai negara.
Pada 2022, putri Ortega, Marta Ortega Pérez, menjadi chairperson Inditex setelah sebelumnya bekerja selama 15 tahun di perusahaan tersebut.
Ortega juga memperoleh dividen lebih dari US$ 400 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun setiap tahun.
Dana tersebut terutama diinvestasikan kembali ke sektor properti di Eropa dan Amerika Utara.
Daftar 10 orang terkaya versi Forbes pada awal September 2026 memperlihatkan dominasi pengusaha dan pemimpin perusahaan teknologi.
Namun, data kekayaan tersebut merupakan nilai yang dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham dan valuasi perusahaan.
Oleh karena itu, posisi dalam daftar orang terkaya di dunia dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.


